Kepala Bappeda KKT Ingkari Pesan Iklan Ucapan Hari Raya di Mediator Maluku

Kepala Bappeda KKT Ingkari Pesan Iklan Ucapan Hari Raya di Mediator Maluku

Editor: Elya
Kamis, 13 Juni 2019


Ilustrasi

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki - Menjelang hari Raya Idul Fitri, para wartawan berlomba - lomba mencari Iklan ucapan hari Raya. Salah satunya adalah wartawan Mediator Maluku News yang melayangkan SMS ke beberapa Pejabat Daerah.

Setelah ditunggu beberapa menit kemudian, akhirnya beberapa pejabat yang di-SMS lalu balik membalas pesan singkat tersebut ke wartawan.

Dari pesan itu, ada pun yang tidak membalas, namun di antaranya ada yang membalas SMS dengan mengiyakan dan di dalamnya termasuk kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan (KKT) yang berinisial AB. 

Dalam balasan SMS tersebut AB lalu menyetujui untuk dibuat iklan hari raya Idul Fitri.

Ahirnya, berdasarkan pesan singkat pemasangan iklan itu, dikirimlah ke redaksi media untuk dicetak, namun ketika Wartawan tersebut mengantarkan koran ke kantor Bappeda, sekaligus menagih harga iklannya, disitulah terjadi ketidakberesan yang terlihan pada diri Kepala Kantor Bapeda KKT itu. 

AB yang terhormat itu terus menyerang wartawan Mediator Maluku News dengan kata - kata yang tidak enak didengar.

AB mengatakan, tidak pernah menyetujui pemasangan iklan Hari Raya Idul Fitri. Dia pun sempat mengeluarkan kata - kata tidak sopan dengan mengatakan "Tidak Pernah Tulis Tentang Pembangunan di Daerah ini, kok malah pasang iklan". 

Dari sikap dan tutur katanya yang kurang beretika itu, wartawan tersebut mencoba menunjukan bukti SMS lewat telepon genggamnya.

Namun kelihatannya kepala Bappeda ini memiliki tempramen yang kurang bersahabat, membuat wartawan Mediator Maluku News itu jadi malu dan pergi meninggalkan kantornya dengan perasaan kecewa. 

Orang seperti AB ini tidak layak menjadi pejabat karena tidak bisa  'dipegang' omongannya lantaran mengingkari pesanan iklan ucapan tersebut.

AB tidak menyadari bahwa sebagai seorang pejabat daerah, mestinya mahami betul apa itu pekerjaan seorang wartawan, karena itu merupakan pekerjaan profesi atau pekerjaan marketing, yang mana wartawan pun mandapatkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

Hal tersebut patut di pertanyakan rekam jejak pejabat daerah yang satu ini, bagaimana sikap dan tingkahnya terhadap para wartawan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. 

Untuk itu, diimbau kepada Bupati KKT Petrus Fatlolon agar dapat memberikan pembinaan moral kepadanya, dan menjelaskan apa saja manfaat kehadiran wartawan di daerah ini agar yang bersangkutan memahami keberadaannya dengan para wartawan KKT yang sudah menjalankan tugas secara profesional selama ini. (PT)