Di Hari Lebaran, Rumah PNS Dinas PU Pangkep Ini Ludes Dilalap Si Jago Merah

Di Hari Lebaran, Rumah PNS Dinas PU Pangkep Ini Ludes Dilalap Si Jago Merah

Editor: Elya
Kamis, 06 Juni 2019


SimpulRakyat.co.id, Pangkep - Di hari raya Idul Fitri 1440 H, musibah kebakaran menimpa seorang pegawai PNS Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pangkep, Andi Sultan (56), warga kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, kabupaten Pangkep, Rabu (05/06) kemarin.

Di hari kebesaran umat Islam ini, rumah milik Andi Sultan, hangus dilalap si jago merah sekira pukul 18.30 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, musibah ini terjadi saat pemilik rumah, istri Andi Sultan sedang menerima tamu dan tiba-tiba ada suara ledakan dari arah belakang rumahnya.

Saat pemilik rumah masuk melihat kebelakang rumahnya tersebut, kobaran api sudah membesar dan membakar sebagian isi rumah yang bahannya terbuat 90 persen dari kayu tersebut.

Insiden ini sontak membuat panik seisi rumah termasuk para tamu yang sedang berada di rumah tersebut dan langsung keluar turun dari rumah panggung tersebut dan meminta pertolongan warga, namun sayang kobaran api semakin membesar dan membakar seluruh bagian rumah.

Sementara itu, api baru berhasil ditaklukkan oleh tim Pemadam kebakaran yang bahu membahu dengan warga dan pihak keamanan Polsek Pangkajene pada pukul 19.20 Wita. Namun tidak ada lagi yang dapat diselamatakan dalam peristiwa yang terjadi saat salat magrib tersebut.

Kapolsek Pangkajene, AKP Slamet Budihari, membenarkan kejadian tersebut, ia menyebutkan saat kejadian korban sedang menerima tamu keluarga dan suami korban sedang tidak ada dirumah karena masih di Makasaar usai ziarah kubur orang tuanya.

“Api muncul disertai dengan ledakan. Pemilik rumah lagi di depan menerima tamu. Sementara suaminya di Makassar ziarah kubur,” ungkap dia kepada awak media.

Budihari menyebutkan untuk sementara penyebab kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik, saat ini pihaknya masih mengidentifikasi penyebab kebakaran di TKP.

Beruntung dalam kejadian ini tidak mengakibatkan korban jiwa, namun seluruh harta benda milik korban tidak dapat diselamatkan.

“Kerugiannya sekitar Rp300 juta. Untung tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. (*PU)