Thonci Rahanserang Bantah Ada Keterlibatan Anggota Polisi dalam Kasus Sengketa Pemilu

Thonci Rahanserang Bantah Ada Keterlibatan Anggota Polisi dalam Kasus Sengketa Pemilu

Redaktur Simpul Rakyat
Rabu, 08 Mei 2019


SimpulRakyat.co.id, Saumlaki - Terkait informasi yang beredar bahwa ada keterlibatan salah satu anggota polisi dari Polsek Wuarlabobar dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Penginapan Pante Indah, di bantah oleh ketua Panwaslu Kecamatan Wuarlabobar Thoncy Rahanserang seperti yang diberitakan sebelumnya di beberapa media. Hal itu disampaikan langsung olehnya pada saat proses rekapitulasi di aula Gedung Kementerian Agama Saumlaki, Rabu (8/5).

"Saya sebagai ketua Panwaslu kecamatan Wuarlabobar, membantah pernyataan bahwa ada anggota polisi yang bertugas disana, terlibat dalam masalah Operasi Tangkap Tangan (OTT) tadi malam di Penginapan Pante Indah dalam kasus sengketa pemilu di kecamatan Wuarlabobar" ujar Thoncy Rahanserang.

Rahanserang pun menjelaskan bahwa, saat kejadian malam itu, anggota polisi tersebut berada di kamarnya, dan bukan berada di kamar tempat OTT. Dijelaskan bahwa anggota Polisi tersebut diminta pertolongannya untuk melihat keberadaan mereka di Saumlaki dalam membatu mengantar makanan lantaran merek tidak punya sanak family di kota Saumlaki.

"Kebetulan polisi ini bertugas di Polsek wuarlabobar, dan pada saat ke Saumlaki, kami bersama - sama. Saya yang minta polisinya untuk turun dan melihat kami di penginapan, sehingga yang terjadi adalah setiap hari polisi yang bersangkutan datang menjenguk kami, dan membantu membeli makan buat kami" sambungnya.

Dijelaskan pula bahwa Panwaslu kecamatan sama sekali tidak terlibat dalam kejadian tersebut. Yang terjadi sebenarnya adalah dia justru melarang dengan tegas tindakan ketua PPK bersama anggotanya untuk menandatangani berita acara tersebut, yang kebetulan sudah ditandatangani oleh salah satu saksi dari partai Gerindra.

"Pada malam itu, saya justru melarang keras kegiatan tersebut, pada saat dimintai pertimbangan oleh ketua PPK Wurlabobar, saya minta agar nanti saja penanda tanganannnya dilakukan pada saat pleno, agar dapat disaksikan oleh semua anggota pleno" jelas Tonci Rahanserang.

Dalam kejadian tersebut, saksi yang tidak puas menyampaikan keterangan untuk dipublikasikan menurut kaca matanya, sehingga diharapkan agar publik dapat menyandingkan pemberitaan awal dengan pemberitaan saat ini, terkait keterangan yang disampaikan oleh ketua Panwaslu Kecamatan Wuarlabobar mengenai anggota kepolisian yang terlibat dalam persoalan tersebut, agar menjadi lebih jernih. Di sana akan ditemukan singkronisasia dan jawaban atas duduk persoalan yang sebenarnya. (MK)