Ketua PPK dan Ketua Panwaslu Kecamatan Wuarlabobar Terjaring OTT

Ketua PPK dan Ketua Panwaslu Kecamatan Wuarlabobar Terjaring OTT

Redaktur Simpul Rakyat
Rabu, 08 Mei 2019


SimpulRakyat.co.id, Saumlaki - Diduga melakukan perubahan Berita Acara hasil Rekapitulasi (perhitungan suara) khusus DPD dan perolehan suara DPRD Propinsi di kecamatan Wuarlabobar yang dilakukan oleh ketua PPK Melkias Batlayeri dan ketua Panwas Kecamatan Wuarlabobar Thonci Rahanserang akhirnya kenal Operasi Tangkap Tangan (OTT) dini hari tadi di Penginapan Pante Indah kamar nomor 15 B, Rabu (8/5).

Rencana busuk itu mulai dilakukan oleh kedua pimpinan PPK maupun Panwaslu pada Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu lantai dasar Penginapan Pantai Indah Saumlaki, dan oleh saksi-saksi Partai Politik dimintai tanda tangan ulang lalu disitulah terbongkar sudah kedok kedua pimpinan Penyelenggara Pemilu Kecamatan itu, dalam mencoba untuk menspikulasikan data Pemilu yang dianggap valid sesuai hasil Rekapitulasi di kecamatan Wuarlabobar.





"Sepandai - Pandainya Tupai Melompat, Ahirnya Jatuh Juga".

Menurut salah satu saksi yang adalah saksi Partai Politik Gerindra, Wempi Ongirwalu yang diminta menanda tangani berita acara yang baru dibuat oleh kedua pimpinan penyelenggara pemilu yakni PPK dan Panwaslu itu namun yang bersangkutan menolak untuk menanda tangani walaupun sedikit memaksa, menurutnya karena takut namun di antara beberapa saksi lainnya telah menanda tangani berita acara tersebut .

Ada beberapa saksi Partai Politik lain yang tidak mau di ajak kerja sama dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Petugas Kepolisian dan akirnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tepat pada pukul 01.00 wit dini hari. Mereka langsung di sergap dan digiring ke Bawaslu Kabupaten untuk dimintai keterangan dan ditindak lanjuti.



Menurut beberapa saksi lain didapati salah satu anggota Polisi yang bertugas di kecamatan Wuarlabobar sebagai kanit intel. Saat ditanya pangkatnya namun saksi tersebut tidak mengetahui karena menurutnya saat dilapangan tidak perna berpakaian dinas. Dengan demikian masih ada saja anggota Polisi Nakal seperti begini dalam bekerja sama dengan ketua PPK Melkias Batlayeri maupun Panwaslu kecamatan Thonci Rahanserang.

Diharapkan Bawaslu Kabupaten agar dapat memintai keterangan dan menindak lanjuti persoalan tersebut ke arah hukum yang sebenarnya. Begitu pula Kapolres KKT AKBP Andre Sukenda, S.I.K agar dapat memberikan pembinaan bagi Anggota Nakal tersebut agar tidak menimbulkan image buruk dalam Korps Kepolisian Negara Khusus di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini. (PT)