Diduga Sekdes Weratan Dianiaya Kepala Desanya

Diduga Sekdes Weratan Dianiaya Kepala Desanya

Editor: Elya
Rabu, 22 Mei 2019

Ilustrasi. (Dok. Int)

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki - Alangkah disesali oknum kepala desa yang satu ini, pasalnya dinilai tidak beretika soal berbagai persoalan internal di desa. Selang lima bulan dilantik, kepala desa diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Sekretaris Desa Isboses Serwunan dikarenakan tidak ada kecocokan dalam bekerja, dan ahirnya Sekdes meminta mengundurkan diri dari jabatanya.

Sumber menjelaskan, ketika selesai acara pemilihan Kepala Desa, Sekretaris Desa yang juga sebagai Calon Kepala Desa defenitif dan dalam pencalonannya berlawanan dengan kepala Desa terpilih Wilson Laiyan yang dimenangkan oleh Wilson Laiyan. Disitulah terjadi dendam oleh kepala desa, sampai pada terjadinya dugaan penganiayaan kepada Sekdes Isbosas Serwunan dan pada ahirnya Kepala Desa Terpilih Wilson Laiyan di Polisikan.

Persoalan tersebut sedang bergulir di Polres Kepulauan Tanimbar pada beberapa bulan kemarin, dan siap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dia juga menyesalkan perlakuan Kepala Desa yang ada unsur premanisme dalam sikapnya. Kepala desa dimaksud juga otoriter dalam melaksanakan tugasnya. Yang bersangkutan, Kepala Desa Wilson Laiyan tidak meminta surat pengunduran Diri dari Sekretaris Desa sebagai dasar hukum lebih dahulu.

Kepala desa malah telah mengangkat Semy Lodar yang selama ini bekerja sebagai Operator Desa menjadi sekretaris Desa yang baru. Sumber pun menjelaskan, dalam proses pengangkatan Semy Lodar menuai berbagai kontroversi diantaranya, apakah dalam pengangkatan Semy Lodar, anak dari mantan kepala Desa yang lama sebagai Sekretaris Desa itu tidak melanggar undang - undang mengenai Pemeritahan Desa.

Yang harus mengangkat seorang Sekretaris Desa adalah kewenangan Bagian Tata Pemerintahan yang sekarang satu atap di Kantor Bupati KKT, walaupun pengusulan ada pada Kepala Desa sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Kepala Desa juga dapat mengusulkan Sekretaris Desa pengganti apabila yang bersangkutan mengundurkan diri.

Arogansi Kepala Desa ini menggambarkan pelaksanaan tugas yang tidak sesuai dengan prosedur, untuk itu kepala Tata Pemerintahan KKT diharapkan agar dapat memberikan pembelajaran bagi Kepala Desa nakal yang hanya bisa bertindak secara fisik saja agar perlakuan tersebut tidak merembes kepada yang lain sehingga dapat mempengaruhi kepemimpinan untuk menjadi lebih baik. (PT)