Beginilah Isi Mosi Tidak Percaya terhadap Ketua PWI Maluku periode 2018-2023

Beginilah Isi Mosi Tidak Percaya terhadap Ketua PWI Maluku periode 2018-2023

Redaktur Simpul Rakyat
Kamis, 23 Mei 2019

Logo PWI (Dok Istimewa)

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki - Menyikapi perkembangan dan dinamika organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Maluku selama setahun terakhir paska terpilihnya Izaac M. Tulalessy sebagai Ketua PWI periode 2018 – 2023, pada 24 Februari 2018 lalu, maka Pengurus PWI Provinsi Maluku periode 2018 – 2023 serta anggota organisasi menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan sdr. Izaac M. Tulalessy.

Langkah yang dilakukan ini merupakan bentuk sikap kritis anggota dan pengurus PWI Provinsi Maluku untuk menyelamatkan organisasi yang sama-sama mereka cintai agar citranya sebagai “Rumah Bersama” jurnalis Maluku dapat terpelihara serta dijauhkan dari berbagai kepentingan pribadi dan golongan.

Inilah poin - poin yang dituangkan di dalam mosi tidak percaya tersebut:

1. Bahwa dalam kepemimpinannya Sdr. Izaac M. Tulalessy selaku Ketua PWI Provinsi Maluku tidak lagi memegang komitmen serta visi dan misi untuk menjadikan organisasi PWI sebagai “Rumah Bersama” bagi para jurnalis di Maluku.

2. Bahwa sejak Sdr. Izaac M. Tulalessy dilantik sebagai Ketua PWI Provinsi Maluku Mei 2018, ia tidak memiliki itikad dan keinginan melaksanakan Rapat Kerja pengurus lengkap PWI Maluku sebagai dasar utama menetapkan program kerja tahunan, sekaligus menjadi landasan pijak pergerakan organisasi, padahal sudah diingatkan berulang kali. Sdr Ketua hanya menggunakan forum rapat pimpinan harian PWI sebagai “tameng” untuk memuluskan keinginannya sendiri dan tidak pernah menjalankan keputusan rapat Pimpinan Harian.

3. Bahwa Panitia Kecil yang ditunjuk dan dibentuk Sdr. Izaac M. Tulalessy untuk mempersiapkan pelantikan Pengurus PWI Provinsi Maluku periode 2018 - 2023 dan diketuai sdr. Kostan Ette, hingga saat ini belum dibubarkan serta disampaikan pertanggung jawaban keuangannya. Hampir seluruh dana bantuan yang diperoleh Panitia dari berbagai pihak dipegang dan dikelola sendiri oleh sdr. Ketua PWI dan belum pernah dilaporkan penggunaannya kepada pengurus.

4. Bahwa Sdr. Izaac M. Tulalessy selaku Ketua PWI selalu bersikap otoriter dan menerapkan manajemen pribadi atau kerja sendiri dan cenderung menutup diri. Jika ada pengurus tidak mengikuti keinginannya, maka praktis Sdr. Izaac M. Tulalessy akan langsung memperlihatkan sikap otoriter dan tidak ingin bekerja sama dengan pengurus bersangkutan.

5. Bahwa Sdr. Izaac M. Tulalessy selaku Ketua PWI cenderung menerapkan manajemen “Pilih kasih” dalam kepemimpinannya dan hanya mau bekerjasama dengan pengurus yang bisa disetir atau yang bisa mengikuti keinginan dan ambisinya, tanpa mempertimbangkan suasana kebersamaan dan kekeluargaan dalam berorganisasi.

6. Bahwa Sdr. Izaac M. Tulalessy dalam kepemimpinan lebih banyak menerapkan pola adu domba antarsesama pengurus, sehingga menimbulkan rasa saling curiga antara satu pengurus dengan pengurus lainnya.

7. Bahwa Sdr. Izaac M. Tulalessy dinilai lalai dalam pembentukan Kepengurusan PWI di kabupaten / kota, sehingga berpengaruh terhadap alokasi dana bantuan pemkab/ pemkot untuk membiayai program kerja dan roda organisasi PWI di daerah. Berbagai pertimbangan Wakil-Wakil Ketua Bidang berkaitan dengan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI di daerah tidak ditindaklanjuti Sdr. Ketua PWI, dan terkesan mengikuti keinginannya sendiri untuk memutuskannya.

8. Bahwa pelaksanan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilakukan oleh pengurus PWI terkesan pilih kasih dan diduga kuat ada setoran dana terselubung dari kabupaten / kota sebesar Rp2 juta per orang. Hal ini tidak pernah dibicarakan atau diputuskan dalam rapat Bersama, maupun rapat Pengurus Harian.

9. Bahwa Ketua PWI Sdr. Izaac M. Tulalessy lebih banyak menggunakan keuangan PWI Maluku sebagai biaya perjalanan pribadi keluar daerah dengan mengatas namakan organisasi dan hal ini tidak pernah dibahas atau disepakati dalam rapat Pengurus Harian.

10. Bahwa Kelanjutan pembangunan kantor baru PWI di Desa Poka, kecamatan Teluk Ambon tahap III atau tahap akhir, tidak mendapatkan alokasi anggaran dalam APBD Pemprov Maluku tahun 2019, dikarenakan belum ada program kerja PWI yang disampaikan. Selain itu, sejak dilantik pengurus PWI Maluku belum pernah bersilaturahmi dan bertatap muka dengan jajaran Pemprov Maluku.

11. Bahwa sdr Ketua PWI tidak pernah mendelegasikan tugas-tugas untuk menghadiri pertemuan dan undangan kepada Pengurus Harian lain dan semuanya dimonopoli sendiri.

12. Bahwa Ketua PWI Sdr. Izaac M. Tulalessy hanya memikirkan diri sendiri dan menelantarkan Wakil Sekretaris, Januaris Fase saat mengikuti kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 di Surabaya (Jatim), dimana Ketua hanya mengurus uang saku untuk dirinya sendiri dari kas PWI Maluku, sedangkan Wakil Sekretaris tidak diberikan uang saku.

Bertolak dari berbagai hal diatas maka dengan ini kami menyatakan sikap tegas kami yakni :

a. Meminta Ketua Umum PWI Pusat untuk segera mencopot sdr. Izaac M. Tulalessy dari jabatannya sebagai Ketua PWI Provinsi Maluku Periode 2018 – 2023.

b. Ketua Umum PWI Pusat segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Provinsi Maluku.

c. Meminta Ketua Umum PWI Pusat untuk segera mengambil keputusan dengan jangka waktu 2 x 24 jam setelah Pernyataan Mosi Tidak Percaya ini diterima. Jika tidak ditindaklanjuti maka Ruangan Ketua PWI Maluku akan kami segel.

d. Jika Pernyataan Mosi Tidak Pernyataan ini tidak dipenuhi, maka kami menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Pengurus PWI Provinsi Maluku Periode 2018 – 2023.

Demikian pernyataan mosi tidak percaya ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian sekaligus ditindaklanjuti oleh Ketua Umum PWI Pusat.

Atas nama Pengurus PWI Provinsi Maluku
Periode 2018 - 2023

Dengan adanya mosi tidak percaya ini, yang dipublikasikan lewat media sosial (medsos), maka secara otomatis sangat mengganggu konsentrasi seluruh jajaran pengurus organisasi PWI di tingkat kabupaten/kota di seluruh wilaya Maluku. (MK)