Sony Ratissa Kecam Pemberitaan Mengenai Dirinya di Media NM Terkait Proyek di Desa Latdalam

Sony Ratissa Kecam Pemberitaan Mengenai Dirinya di Media NM Terkait Proyek di Desa Latdalam

Redaktur Simpul Rakyat
Rabu, 10 April 2019


SimpulRakyat.co.id, Kepulauan Tanimbar - Mantan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Sony Hendra Ratissa, menganggap pemberitaan mengenai dirinya dan mantan Ketua DPRD KKT Sony Lobloby di media cetak NM sangat tidak profesional. Pasalnya, yang bersangkutan sama sekali tidak pernah dikonfirmasi atau dimintai keterangan mengenai pekerjaan proyek Gedung Serbaguna di desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, seperti yang diberitakan di media tersebut.

"Sangat disesalkan dengan pemberitaan di media NM yang mencatut nama saya dan pak Sony Lobloby. Kami sama sekali tidak pernah dikonfirmasi mengenai proyek pembangunan gedung serbaguna di desa Latdalam itu, tiba - tiba beritanya sudah naik," ujar Sony Ratissa saat dihubungi wartawan SimpulRakyat.co.id via sambungan telepon seluler, Selasa (9/4).

Menurutnya, pihak media NM harusnya secara profesional menghubungi dirinya untuk meminta keterangan agar pemberitaan tersebut berimbang dan tidak menimbulkan prasangka buruk bagi masyarakat.


"Saya tidak tahu ada apa sebenarnya dengan media ini, bukan baru sekali ini saja, sudah sejak saya masih menjadi Anggota DPRD dan Ketua Komisi C, setiap pemberitaan yang berhubungan dengan diri saya, tidak pernah dikonfirmasi atau dihubungi untuk dimintai keterangan supaya pemberitaannya itu berimbang, bukan seperti ini," sambung mantan ketua komisi C DPRD KKT itu.

Olehnya itu Ratissa mengecam tindakan wartawan media NM yang telah melanggar kode etik jurnalis lantaran berita yang dimuat tentang dirinya sebagai objek berita dianggap telah mencoreng nama baiknya.

"Saya tidak tahu ada kebencian apa dari redaksi ini sehingga dalam setiap penulisan beritanya selalu memojokan saya. Saya akan meminta kepada pengacara saya untuk mempelajari hal ini dan jika ada unsur pencemaran nama baik saya maka akan kami laporkan yang bersangkutan ke pihak berwajib," sambung Ratissa.


Terkait pekerjaan proyek tersebut, semuanya berdasarkan permintaan dari panitia MPP-AMGPM dan pemerintah Desa Latdalam ke Pemerintah Daerah, dalam hal ini melalui dinas PUPR, yang selanjutnya direkomendasikan ke DPRD komisi C untuk dibahas dan disetujui. Di dalam usulan panitia tersebut, bukan hanya proyek gedung serbaguna saja namun ada juga usulan mengenai pembangunan MCK, jalan setapak dan jalan raya dari desa Bomaki ke desa Lermatan.

"Saat pertemuan antara Komisi C dan Dinas PUPR, disampaikan oleh dinas PUPR  bahwa ada surat masuk ke Pemeritah Daerah mengenai usulan - usulan itu. Jadi jangan lalu kegiatannya sudah selesai barulah mencari - cari alasan," tegasnya.

Pembangunan proyek - proyek tersebut telah melalui mekanisme yang berlaku kerena melibatkan dua lembaga daerah yakni Pemda (dinas PUPR) dan DPRD (Komisi C) Kepulauan Tanimbar. Sehingga apa yang diberitakan di media NM yang seolah - oleh menyudutkan Sony Ratissa dan Sony Lobloby sama sekali tidak benar.

"Saya mau tanya, bagaimana mungkin kontraktor bisa kerja kalau tidak ada gambar dari dinas PUPR ? Kan sekretaris dinas PUPR dan PPTK yang ditunjuk untuk menangani proyek tersebut ?
Dan bagaimana mungkin pak bupati tidak setuju sesuai pemberitaan di media NM padahal usulannya masuk lewat Pemerintah Daerah ?," Tanya Ratissa.

Dia berharap, jangan lantaran saat ini adalah moment politik lalu media digunakan untuk menyerang pribadinya. Dia juga berharap agar media - media di KKT harus profesional dalam setiap pemberitaan sesuai dengan Kode Etik Jurnalis dan UU Pers yang berlaku. (MK)