LAI BPAN: Politik Uang Marak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar

LAI BPAN: Politik Uang Marak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Redaktur Simpul Rakyat
Selasa, 23 April 2019


SimpulRakyat.co.id, Kepulauan Tanimbar - Praktek politik uang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) semakin marak yang dilakukan oleh oknum caleg melalui timnya dilapangan. Dimana praktek money politik dilakukan di sejumlah tempat di daerah ini. Hal ini terungkap dari pengaduan beberapa warga kota Saumlaki dan warga desa Lermatang kepada Ketua DPC LAI BPAN Kabupaten Kepulauan Tanimbar Jems Masela di Saumlaki.

DPC LAI BPAN siap memberikan pendampingan bagi saksi yang melaporkan dan akan menindaklanjuti ke Bawaslu Kabupaten. Ketika saksi memberikan pelaporan diminta tidak usah takut karena identitasnya akan dirahasiakan dengan tujuan mencegah terjadinya intervensi dari oknum caleg tertentu. 

Dua warga desa Lermatang siang itu menemui Devisi intijen dan Devisi Media dan Komunikasi DPC LAI BPAN di Saumlaki mereka memberikan laporan terkait praktek money politik yang dilakukan kepada dirinya oleh kaki tangan oknum caleg RJ dari partai BK.

"Salah satu kaki tangan yang mengaku oknum caleg dari partai BK datang menemui saya waktu itu,  saya sementara dijalan dia langsung mendekati dan memberikan uang serta kartu nama kemudian langsung pergi, saya melihat yang dikasih adalah uang seratus ribu dan kartu nama,  yang memberikan saya tahu orangnya tetapi saya tidak mencoblos caleg tersebut," uangkap warga desa Lermatan itu kepada media SimpulRakyat.co.id, Senin (22/4).

Hal senada juga dialami oleh sepasang suami istri asal desa Lermatang mereka didatangi oleh orang yang menyebut dirinya dari partai BK, kemudian dia memberikan dan menawarkan kartu nama dan uang sebanyak Rp. 500.000 untuk memilih oknum caleg RJ dari partai BK tersebut.

"Siang itu saya didatangi seorang warga desa  Lermatang dirumah saya,  dia menawarkan untuk memilih oknum caleg RJ dan memberikan uang Rp. 500.000 yang terdiri pecahan lima puluh ribuan,  kemudian pergi," jelas pasangan suami istri asal desa Lermatang.

Setelah mendengar laporan dari kedua saksi warga desa lermatang itu,  Anggota LAI BPAN Kabupaten Kepulauan Tanimbar segera melakukan investigasi dengan menemui oknum caleg RJ yang juga ketua DPC partai BK,  untuk meminta penjelasan terkait laporan dimaksud. Setelah menemui caleg RJ di lokasi kerjanya Dia (RJ)  mengelak dari laporan warga dimaksud.

"Itu saya dijebak, saya tidak pernah menyuruh melakukan praktek politik uang,  ada orang yang tidak senang sama saya jadi dia buat begitu,  banyak orang datang kepada saya tapi ada yang saya tidak kenal, dan saya juga dapati kartu nama saya tercecer dijalan," jelas RJ ketua DPC partai BK itu.

Terkait masalah dimaksud akhirnya Ketua DPC LAI BPAN Kabupaten Kepulauan Tanimbar Jems Masela angkat bicara. Dikatakan politik uang ini adalah racun bagi demokrasi dan berapapun jumlahnya banyak atau sedikit jika terbukti tidak boleh dilantik.

"Ini bukan soal jumlahnya apakah itu satu perak atau miliaran,  yang namanya politik uang itu berbahaya. Menurutnya mekanisme sesuai aturan adalah diawali dengan pemeriksaan Badan  Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) dan jika terbukti maka lembaga tersebut akan merekomendasikan ke KPU," kata Jems Masela.

Lanjut Jems Masela,  saat ini money politik dalam penyelenggara pemilu masih menjadi musuh utama demokrasi.  Selain strategi pencegahan maksimal yang dilakukan oleh Bawaslu,  juga melihat sisi aturan regulasi UU pemilu terhadap aktor politik lebih kuat dan ketat.

Sehingga diharapkan penyelenggara pemilu dapat bertindak tegas dalam melaksanakan tanggungjawab yang diberikan oleh negara. Siapapun dia jangan memandang bulu harus dibasmi sampai ke akar - akarnya, sehingga pemilu dapat berjalan dengan aman,  lancar, adil, umum, bebas dan rahasia. (IS)