Amankan Pemilu, Kapal Perang TNI AL Lantamal VI Siap Terjang Ganasnya Ombak Selat Makassar

Amankan Pemilu, Kapal Perang TNI AL Lantamal VI Siap Terjang Ganasnya Ombak Selat Makassar

Editor : Ahmad Alhasni
Senin, 15 April 2019


SimpulRakyat.co.id, Makassar - Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) memberangkatkan unsur-unsur  Kapal Perang TNI AL yang berada di bawah kendali Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal VI guna mendukung pengamanan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 di pulau-pulau yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (15/04/2019)

Kapal Perang TNI AL tersebut akan berada di sekitar perairan Makassar,Selayar ,Bulukumba termasuk Pangkep yang kita kenal memiliki pulau-pulau bertebaran di Selat Makassar dengan ombak cukup ganas di musim sekarang ini. Kapal-kapal perang TNI AL Lantamal VI  harus siap menerjang ganasnya ombak apabila terjadi situasi yang tidak kondusif baik saat pencoblosan maupun pengamanan logistik pemilu yang melalui jalur laut.

Adapun kapal-kapal perang yang diterjunkan antara lain Kapal Angkatan Laut (KAL) Suluh Pari I-6-6.0, KAL Mamuju I-6-64 , Patkamla Pulau Langkai I-6-6.3, KAL Pintar I.6-57 dan KAL Samalona I.6-02.


Menurut Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, S.H., M. Tr (Han) mengatakan baru saja telah diberangkatkan unsur- unsur Lantamal VI untuk melaksanakan persiapan – persiapan pengamanan pemilu pada tanggal 17 April 2019 mendatang sampai dengan  paska pelaksanaan pemilu.

Lebih lanjut dikatakan di Propinsi Sulawesi Selatan ini terdiri dari berbagai pulau – pulau yang memiliki TPS – TPS dan KK yang cukup banyak seperti pulau kodingareng, pulau Barang Caddi, pulau Barang Lompo dan sebagainya sehingga perlu di back up pengamanan dari unsur – unsur kapal perang TNI AL Lantamal VI dari laut selama pelaksanaan pemilu sampai paska pemilu.

Personel Lantamal VI yang dilibatkan cukup banyak sekitar 400 prajurit TNI AL gabungan  dari prajurit Lantamal VI dan Prajurit Yonmarhanlan VI, ujar Danlantamal VI

Danlantamal VI menambahkan, sedangkan  untuk titik rawan kami anggap semua semua berpotensi jadi titik rawan, bagaimanapun juga pulau – pulau yang berpenghuni cukup banyak tersebut kami kategorikan cukup rawan. | Jamil