Koalisi LSM dan Kamri Cium Aroma Korupsi SK Ganda

Koalisi LSM dan Kamri Cium Aroma Korupsi SK Ganda

Editor : Ahmad Alhasni
Rabu, 13 Maret 2019


SimpulRakyat.co.id, Takalar - Heboh di beberapa forum diskusi Sosial Media terkait pemegang jabatan di area publik yang menentukan proses tender di Kabupaten Takalar.

Isu Carut marut rangkap jabatan dan pelaksana tekhnis fungsi kegiatan yang sama dan menerimah honor dari jabatan yang diembannya juga sekaligus sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Takalar, Selasa (12/3/2019)

"Sekretaris BPKD Takalar Gazali Machmud menjabat sebagai pejabat rangkap jabatan dan menerimah Honor Ganda (1) Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. (2) Sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (3) Pejabat Pembuat SPM (ini sudah diganti dengan Rifani)," tegas Direktur Eksekutif  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Bangun Desa Sulawesi (LAMBUSI) Sulawesi  Nixon Sadli Karma kepada awak media

"Kami meminta penegak Hukum agar segera melakukan penyidikan dan penyeledikan terkait kepemilikan honor ganda tersebut yang terang terang bertentangan perundang undangan yang berlaku," lanjutnya.

Ditemui secara terpisah KAMRI (Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia) Akbar Haruna selaku ketua umum menegaskan bahwa "Terkait dengan rangkap 3 jabatan tersebut kami akan melaporkan secara resmi ke penegak hukum dan kami akan kawal dengan Aksi".

"Kami dari Kamri sementara melakukan konsolidasi dan kajian terkait rangkap 3 jabatan strategis ini dan kami yakin bahwa ini terdapat indikasi korupsi dan lagian pula apakah di kabupaten Takalar ini sudah tidak ada lagi yang mampu menjabat yang lebih di tahu kinerja dan pengalamannya terkait barang dan jasa atau sengaja di ambil semua jabatan untuk memudahkan mengatur paket proyek," tambahnya.

Pemegang 3 SK  yang berusaha di temua wartawan selasa (12 maret 2019 dari jam 08:30 wita pagi, baru bisa di temui di ruangannya Gazali Machmud pada jam 15:45 wita sore. Anehnya saat wartawan mau mengeluarkan pertanyaannya langsung saja disosor dengan pertanyaan seolah-olah tidak tahu apa yang terjadi.

"Apa itu?, kasus yang mana? sibukka ini mauka ke sana dulu !," kata Gazali kepada awak media. (Mery)