"Jangan Dorong Rakyat", Eh Malah Prabowo Diterpa Hoax

"Jangan Dorong Rakyat", Eh Malah Prabowo Diterpa Hoax

Simpul Rakyat
Rabu, 13 Maret 2019

Prabowo Subianto saat menegur salah seorang Satgas Pamdal VVIP Mabes Polri yang bertugas sebagai ADC Paslon Capres 02

SimpulRakyat.co.id - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto diterpa kabar hoax yang berseliweran di media sosial berupa video. Dalam video yang viral tersebut, Prabowo terlihat memarahi seorang pria yang berada di samping mobil yang dikendarainya.

Saat itu, Prabowo tengah menggelar konvoi dan berdiri di atas mobil hitam yang berjalan pelan.

Terkait video viral tersebut, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak buka suara.

Ia menjelaskan bahwa, Prabowo bukannya marah, namun memperingatkan pengamanan agar tidak bersikap berlebihan hingga mendorong emak-emak yang mendekati kendaraan Prabowo.


Sementara itu, petugas keamanan yang berbaju batik dalam video viral tersebut akhirnya memberikan klarifikasi. Ia merupakan bagian dari tim pengamanan VVIP dari Polri untuk capres Prabowo.

Klarifikasi itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah oleh Dahnil melalui akun Twitternya, Selasa (12/3).

Beberapa pria tampak menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Satgas Pamdal VVIP Mabes Polri, AKBP Rahmat Hakim mengaku bertugas sebagai ADC Paslon Capres 02.


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Saya AKBP Rahmat Hakim, satgas Pamdal VVIP Mabes Polri yang ditugaskan selaku ADC paslon capres 02 Bapak Prabowo Subianto, kami memohon maaf pada masyarakat Cianjur, serta kepada Bapak H Prabowo Subianto atas kegiatan pengawalan yang kami laksanakan

Karena antusias masyarakat yang mendekat sehingga Bapak Prabowo Subianto mengingatkan kami untuk menjaga keselamatan masyarakat dan bersikap lebih humanis pada masyarakat. Demikian penyampaian kami untuk meluruskan berita-berita hoax yang beredar


Dahnil sendiri menuliskan beberapa keterangan dalam unggahan video permintaan maaf dari polisi tersebut. Ia menyatakan bahwa video viral yang menyebut Prabowo suka marah-marah merupakan hoaks.

Kendati demikian, Dahnil menegaskan jika ia tak akan melaporkan para penebar hoaks tersebut. (*/RD)