Upaya Pengungkapan Identitas Pelaku Bom Gereja Ketedral Menemui Titik Terang

Upaya Pengungkapan Identitas Pelaku Bom Gereja Ketedral Menemui Titik Terang

Simpul Rakyat
Rabu, 13 Februari 2019

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri (Karo Penmas), Brigjen Dedi prasetyo. (Foto: Istimewa)

SimpulRakyat.co.id - Upaya pengungkapan identitas pelaku pengeboman Gereja Katedral di Jolo, Filipina kini menemui titik terang. Tim Gabungan dari Indonesia  sudah mengambil sampel DNA dari tubuh pelaku bom bunuh diri tersebut, guna memastikan apakah pelaku itu benar warga Negara Indonesia (WNI) seperti dituduhkan pemerintahan Rodrigo Duterte.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri (Karo Penmas), Brigjen Dedi prasetyo mengatakan,  Sampel DNA sudah diambil dan telah dilakukan  uji lap dari DNA di Filipina.

“Untuk hasilnya akan keluar beberapa hari, tergantung lab forensik paling cepat 4-7 hari,” jelas Karo Penmas.

Kepolisian Republik Indonesia yang tergabung dengan tim, selain mengambil sampel DNA juga diberikan akses untuk melihat langsung rekonstruksi kejadi perkara. Dengan lima tersangka pra rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara pasti kejadian bom bunuh diri.

“Sebenarnya pra rekonstruksi  berlangsung tidak di lokasi kejadian yang sesungguhnya di Jolo, melainkan dialihkan ke Kota Zamboanga dengan TKP digereja,” terangnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri (Kabag Penum), Kombes Syahar Diantono menambahkan, alasan pra rekonstruksi berlangsung tidak di TKP sebenarnya, karena wilayah Jolo pun masih rawan.

“Tidak bisa di sana rawan. Orang asing dihindari ke situ. Kelompok mereka (radikal di sana),” jelas Kabag Penum. (Tribrata)