Satu Unit Rumah di Pulau Balang Lompo Hangus Dilalap si Jago Merah

Satu Unit Rumah di Pulau Balang Lompo Hangus Dilalap si Jago Merah

Simpul Rakyat
Sabtu, 09 Februari 2019

Warga besama Personel Polsek Liukang Tupabbiring, Babinsa dan pemerintah setempat memadamkan api yang melalap sebuah rumah warga di Pulau Balang Lompo, Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Pangkep, Jumat (08/02)

SimpulRakyat.co.id
- Sebuah rumah milik warga Pulau Balang Lompo, Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep hangus dilalap si jago merah. Rumah itu diketahui milik Muh. Arsyad (53), penjual barang campuran.

Informasi yang diperoleh dari pihak Polsek Liukang Tupabbiring, kebakaran tersebut terjadi Jumat malam (08/02). Saat api membesar, warga pulau ini langsung berhamburan dan berusaha memadamkan api bersama personel Polsek Liukang Tupabbiring, Babinsa, pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat dengan menggunakan alat seadanya.

Kapolsek Liukang Tupabbiring, AKP Aris Sumartono menjelaskan, kebakaran ini terjadi sekira pukul 20.30 Wita, korban yang juga pemilik rumah, Arsyad hendak menutup pintu rumahnya, tiba-tiba melihat di ruangan tamu kabel listrik terbakar di samping lemari plastik kemudian api merembes  ke tempat jualan  bensin dan tabung gas sehingga terjadi ledakan dan api membesar.

"Pukul 22.00 Wita api dapat dipadamkan atas bantuan masyarakat secara gotong royong dengan menggunakan ember secara manual, (insiden ini-red)  menghanguskan 1 unit rumah panggung kayu semi permanen dan seluruh isi rumah. Namun tidak cukup 1 jam api berhasil dikuasi," ungkap Aris Sumartono kepada SimpulRakyat.co.id.


Korban yang juga pemilik rumah, Arsyad menerima perawatan medis dari Puskesmas Pulau Balang Lompo

Dari musibah ini, terdapat satu korban, Muh Arsyad mengalami luka bakar ringan pada telapak tangan kanan dan kedua kaki lutut kebawah. Korban kini dirawat di rumah keluarganya oleh Kepala Puskesmas Balang Lompo dr Ishak.

Sementara Sekretaris Camat Liukang Tupabbiring, Wahyudin mengungkapkan bahwa musibah ini diduga akibat hubungan arus pendek.

"Diperkirakan peristiwa kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek (krosleting listrik), dan kerugian materil dari musibah kebakaran ini ditaksir Rp. 200 juta," ungkapnya.

Wahyudin juga mengimbau seluruh warga untuk memperhatikan kabel listrik yang terkelupas, dan stop kontak yang digunakan melebihi kapasitas, hal ini diingatkan untuk menghindari kejadian serupa. Sementara untuk pemerintah kelurahan, Dia meminta dalam perencanaan pembangunan kedepan seyogyangya merencanakan pengadaan alat pemadam kebakaran sederhana di pulau. (Ismail Kerol)