Kekurangan Fasilitas Medis, Pasien di Pulau Bangko-bangkoang Diseberangkan ke Makassar

Kekurangan Fasilitas Medis, Pasien di Pulau Bangko-bangkoang Diseberangkan ke Makassar

Simpul Rakyat
Selasa, 12 Februari 2019

SM dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah, Jl. Gunung Merapi, Kota Makassar, Selasa (12/02). (Foto: Faried/SimpulRakyat.co.id)

SimpulRakyat.co.id - Lantaran kekurangan tenaga medis dan fasilitas kesehatan pada Puskesmas Pembantu (Pustu) Pulau Bangko-bangkoang, Desa Kanyurang, Kecamatan Liukang Kalmas, Pangkep, seorang pasien yang proses persalinan, SM terpaksa diseberangkan ke Makassar dalam kondisi lemas menggunakan kapal jenis kayu yang memuat kopra dengan jarak tempuh kurang dari 17 jam lamanya.

Setibanya di Pelabuhan Paotere, Makassar, pasien yang didampingi sanak keluarganya dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah, Jl. Gunung Merapi, Kota Makassar, Selasa (12/02).

Suami SM, Sayyid Albar mengatakan, dirinya terpaksa melarikan istrinya ke Makassar karena usai melahirkan, ari-ari milik istrinya tak kunjung keluar, sementara alat kesehatan di kepulauan itu terbatas. Ia juga mengungkapkan, tenaga medis khusus Ibu dan Anak cuma ada satu orang.

"Saya terpaksa membawa Istriku ke Makassar karena sesudah melahirkan, itu ari-arinya belum keluar sementara kondisinya semakin lemas, alat di sana juga tidak lengkap, kemudian bidan di pulau cuman satu, sudah tiga hari setelah melahirkan saya baru bawa ke Makassar, karena kebetulan tidak ada kapal mau ke Makassar, jadi sudah empat hari dari sekarang," beber Albar kepada SimpulRakyat.co.id. saat ditemui di ruang tunggu RSKD tersebut,

Dalam kondisi yang seperti ini, Albar berharap ada perhatian Pemerintah Kabupaten Pangkep mengenai alat kesehatan dan tenaga medis, serta kapal khusus pasien (ambulance laut).

"Saya berharap pemerintah Pangkep menyediakan alat dan menambah tenaga medis yang kasi melahirkan (bidan-red), itu juga kapal untuk pasien ada di pulau (ambulance laut)," harap Albar. (Faried W)