Cuitan Kim Markus Tak Berdasar, Pemuda Katolik Kepulauan Tanimbar Meradang

Cuitan Kim Markus Tak Berdasar, Pemuda Katolik Kepulauan Tanimbar Meradang

Redaktur Simpul Rakyat
Jumat, 08 Februari 2019

Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga OKP Kepulauan Tanimbar Anders Luturyali bersama Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia OKP Kabupaten Kepulauan Tanimbar Fidelis Samponu.

SimpulRakyat.co.id - Politisi Kim Devits B Markus Calon anggota DPRD Provinsi Maluku dapil 7, baru - baru ini membuat pernyataan kontroversi di salah satu media online yang mengatakan bahwa Bupati Kepulauan Tanimbar melakukan 'Pembodohan Demokrasi'.

Dalam pernyataannya itu, Kim Markus menuduh Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon ingin membangun dinasti politik lewat seruannya mengajak warga Tanimbar memilih calon - calon anggota DPRD kabupaten/kota dan Provinsi, DPR RI maupun DPD RI asal Tanimbar.

Tuduhan sepihak tersebut mengakibatkan munculnya respon balik dari Organisasi Pemuda Katolik Kepulauan Tanimbar. Mereka menilai pernyataan Kim Markus itu hanya sekadar mencari sensasi belaka.

"Saya rasa tuduhan saudara Kim Markus itu hanya sekedar mencari sensasi saja. Bupati Kepulauan Tanimbar tidak pernah merekomendasikan salah satu calon legislatif, partai atau kelompok tertentu dalam ajang demokrasi pemilihan anggota DPRD, DPR RI maupun DPD RI nantinya," ujar Anders Luturyali selaku Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga OKP Kepulauan Tanimbar kepada media SimpulRakyat.co.id, Kamis (07/02) kemarin.

"Dari dulu masyarakat Kepulauan Tanimbar sangat terbuka terhadap caleg siapa saja. Contohnya yang dari MBD juga meraup suara yang banyak disini. Jadi ini merupakan sebuah ketakutan saudara Kim Markus sebelum bertarung," lanjutnya.

Selain Anders Luturyali, komentar keras juga datang dari Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia OKP Kabupaten Kepulauan Tanimbar Fidelis Samponu.

"Terkait pernyataan saudara Kim Markus itu saya rasa  beliau menunjukan ketidak dewasaannya dalam berpolitik. Pak Bupati itu diibaratkan sebagai bapak yang punya tanggung jawab moril untuk kabupaten ini. Jadi wajar saja jika beliau menyarankan untuk seyogyanya masyarakat Kepulauan Tanimbar memilih wakil rakyat asal daerah ini, karena beliau ingin melihat anak - anaknya sukses dan saling mendukung, itu sama sekali tidak salah," ungkap Fidelis Samponu di Joas Cafe.

Lanjutnya, dalam hal berpolitik hal seperti ini sangat wajar dan ini merupakan dinamika setiap saat yang terjadi, apalagi di tahun politik seperti ini. Hanya saja bagaiman cara melihat dinamika itu baik sisi negatif maupun positif.

"Satu hal yang harus diingat oleh saudara Kim Markus bahwa, selain pak bupati sebagai bapak yang meminta dukungan dari anak - anaknya, beliau juga berpesan bahwa kita selalu membuka ruang bagi siapa saja yang datang mencari suara di kabupaten ini," lanjutnya. (MK)