Soal Kisi-kisi, KPU Ingin Debat Pilpres Kedepankan Gagasan

Advertisement

Soal Kisi-kisi, KPU Ingin Debat Pilpres Kedepankan Gagasan

Simpul Rakyat
Sabtu, 12 Januari 2019

Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. (Dok. KOMPAS)

SimpulRakyat.co.id -- Debat perdana Capres dan Cawapres yang akan dihelat oleh Komisi Pemilihan Umum pada 17 Januari 2019 mendatang menyita banyak perhatian, Sabtu (12/01).

Kontroversi itu dipicu Keputusan KPU atas kesepakatan bersama tim sukses kedua pasangan calon untuk memberikan kisi-kisi soal dari panelis untuk para peserta debat

Sejumlah pihak menyanyangkan metode tersebut, karena dianggap tidak menunjukan kemampuan menjawab pertayaan.

Sementara menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Thantowy kepada awak media sebelumnya menjelaskan, pemberian kisi-kisi tersebut merupakan kesepakatan bersama KPU dan dua tim sukses pasangan calon.

Menurut Pramono, upaya tersebut guna membuat debat lebih mengedepankan penyampaian gagasan dibandingkan pertunjukan.

Pemberian kisi-kisi itu untuk memberikan kesempatan kepada pasangan calon menguraikan gagasan secara jelas dan menjelaskan dengan lebih baik tentang visi, misi dan programnya.

Dengan demikian, menurut dia, hal ini mengembalikan debat kepada khitahnya, sebagai salah satu metode kampanye.

Namun demikian, ia juga menyampaikan, kisi-kisi soal debat tersebut, tidak berarti semua pertanyaan diberikan kepada pasangan calon.

KPU menyadari, debat tersebut juga disebarluaskan melalui televisi, sehingga kemampuan calon juga harus diperlihatkan.

Untuk itu,  soal-soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka. KPU mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup.

Untuk setiap segmen, KPU menggunakan metode setengah tertutup, yakni masing-masing pasangan calon diberikan 5 soal yang sama dan masing-masing pasangan calon akan diundi untuk mengambil salah satu di antara 5 soal itu.

Kedua, dalam salah satu segmen KPU juga menerapkan metode pertanyaan tertutup, yakni antarpasangan calon bisa saling mengajukan pertanyaan. Tentu pertanyaan yang sifatnya rahasia. Namun tidak boleh keluar dari tema utama hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Namun demikian apapun bentuknya, debat saat ini dinanti oleh masyarakat, untuk mengetahui visi, misi dan program pasangan calon, setelah empat bulan masa kampanye yang penuh dengan pernyataan-pernyataan yang tidak produktif. (*)