Salah Satu Program Nawacita Presiden Jokowi Terwujud di Kepulauan Tanimbar

Advertisement

Salah Satu Program Nawacita Presiden Jokowi Terwujud di Kepulauan Tanimbar

Simpul Rakyat
Jumat, 11 Januari 2019

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meresmikan jembatan penghubung Pulau Yamdena - Pulau Larat. (Foto: MK/Simpul Rakyat)

SimpulRakyat.co.id - Program nawacita Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo berhasil diwujudkan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Propinsi Maluku. Realisasi dari program tersebut salah satunya adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan pulau Yamdena dengan pulau Larat. Jembatan yang baru diresmikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani itu ditandai dengan nama Leta Oar Ralan.

Jembatan sepanjang 323 meter tersebut menggunakan anggaran negara senilai 123 miliar.  Pulau Larat  yang merupakan salah satu kawasan terluar dari Kabupaten kepulauan Tanimbar memiliki luas  124,89 km per segi, sedangkan kepulauan Yamdena adalah 3.333 km per segi yang terbentang dari Utara ke Selatan di kepulauan Tanimbar.

Sasaran pembangunan jembatan adalah membangun konektivitas ke daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi sehingga diharapkan bisa membantu meningkatkan peningkatan perekonomian masyarakat serta meratakan hasil pembangunan.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa proyek tersebut menggunakan anggaran PUPR dan menunjukkan hasil yang konkrit yang bisa dinikmati masyarakat Tanimbar.

"Untuk tahun ini pelaksanaan proyek di provinsi Maluku menggunakan dana anggaran PUPR yang lebih dari  350 miliar, 200 miliar lebih untuk umum karena melihat masalah air di kabupaten ini cukup besar. Kami berharap anggaran baik melalui transfer ke daerah yang untuk kabupaten maupun dana alokasi khusus baik yang fisik maupun non fisik serta dana desa bisa betul - betul tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat," jelas Sri Mulyani saat menyampaikan sambutannya diatas jembatan Leta Oar Ralan, Kamis (10/01).

Anggaran yang dialokasikan melalui lembaga, misalnya lewat Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dapat lebih memberikan perhatian kepada kabupaten - kabupaten yang masih memiliki jumlah daerah tertinggal atau desa tertinggal.

"Dana desa yang meningkat tahun ini harus dapat digunakan sebaik - baiknya untuk berbagai pelayanan dasar misalnya saja air bersih, infrastruktur desa maupun kegiatan ekonomi desa," lanjutnya.

Sri Mulyani juga menyampaikan bahwa dirinya senang bisa bersama - sama dengan menteri PUPR melihat langsung hasil pembangunan di kabupaten ini.

"Saya senang bisa bersama pak menteri PUPR melihat langsung hasil pembangunan jembatan Leta Oar Ralan ini dan kita selalu mengingatkan pentingnya investasi, bagaimana mengelola keuangan negara, mengurangi kemiskinan, juga mengurangi apa yang disebut gap atau perbedaan kesejahteraan disparitas antara daerah maupun kelompok pendapatan," paparnya.

Dengan bisa hadir dan melihat sendiri juga memberikan perspektif yang semakin baik mengenai pentingnya pembangunan di Indonesia khususnya di kabupaten tercinta bumi doan lolat ini. (MK)