Ratusan Warga Desak Pemkab Takalar Turun Tangan Hentikan Aktivitas Tambang Liar

Advertisement

Ratusan Warga Desak Pemkab Takalar Turun Tangan Hentikan Aktivitas Tambang Liar

Simpul Rakyat
Sabtu, 12 Januari 2019

Ratusan warga berunjuk rasa meminta penghentian aktivitas tambang di kelurahan Sombalabella kecamatan Pattallassang, Jumat (11/01). (Foto: Mery/SimpulRakyat.co.id)

SimpulRakyat.co.id - Ratusan massa dari kelurahan Sombalabella kecamatan Pattallassang melakukan unjuk rasa di beberapa titik, mereka mengecam aksi penambang liar yang bikin resah warga setempat di beberapa lingkungan, di antaranya lingkungan Tala dan Lingkungan Massade, Jumat (11/01) kemarin.

Aksi ini merupakan aksi pertama kalinya yang dilakukan warga, setelah sebelumnya mereka sempat berkoordinasi di kantor kelurahan dan lokasi penambangan. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar beserta kepolisian segera menutup aktivitas dugaan tambang liar yang terus beroperasi.

Di depan kantor lurah Sombalabella, para tokoh masyarakat meminta penghetian tambang liar yang ada di perbatasan antara lingkungan Tala dan lingkungan Massade, Pattallassang.

Direktur LSM BIM, Natsir Tarang mengungkapkan, selaku warga setempat prihatin atas kelakuan para penambang liar yang ada di kabupaten Takalar, dia berjanji akan segera melaporkan ke Bupati untuk mengambil tindakan, dan meminta agar segera menutup dan menghentikan segala aktivitas penambang yang telah banyak mengeruk pasirnya di wilayah pemukiman warga untuk diangkut.

Salah satu alat berat yang digunakan oleh para penambang galian C

"Bahkan kami para LSM di kabupaten dan beserta massa akan mendesak Pemerintah  untuk segera menyelidiki dan mengeluarkan surat penahanan terhadap oknum yang mendukung penambang ilegal, Pemerintah setempat Polres harus melihat lokasi secara detail aktivitas penambang di massade kelurahan Sombala bella," tutur  Tetta Tarang sapaan teman-teman.

Sementara koordinator masyarakat Dg. Bundu berkata, "Akibat penambangan ini, banyak masyarakat yang mengeluh atas tambang ini yang mengakibatkan  kekeringan sumur dan pencemaran air bersih. Olehnya itu Pemkab dan Kapolres kami minta segera, bukan lagi janji untuk menghentikan penambangan".

Pantauan awak media, massa ikut mendesak Kapolres dan Jajarannya agar segera menyita alat berat yang digunakan penambang galian jenis C ini, karena tidak sesuai prosedur dan sudah melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral batubara. UU ini juga membahas tentang alat berat yang digunakan penambang jenis C. (Mery)