Laju Inflasi Sulsel Masuk Zona Aman, PJ Sekda Makassar Apresiasi BI

Laju Inflasi Sulsel Masuk Zona Aman, PJ Sekda Makassar Apresiasi BI

Kamis, 10 Januari 2019


SimpulRakyat.co.id - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari  Bank Indonesia, Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar serta beberapa BUMN lainnya mengadakan pertemuan dalam rangka membahas laju inflasi awal tahun 2019 khususnya di daerah Sulawesi Selatan.

Pertemuan antara TPID dikemas dalam suatu acara 'Nongkrongki' dipimpin langsung kepala Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan
Dwiyapoetra di Warung Koffie Batavia Mall Pipo Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Rabu (9/1/19).

Direktur Bank indonesia (BI) Sulsel Dwityapoetra mengatakan tingkat laju inflasi Sulawesi Selatan hingga saat ini mencapai 3,50 persen di atas rata rata laju inflasi nasional yang mencapai 3,13 persen

"Walaupun laju inflasi 3,13 persen pada  tingkat nasional sedangkan Sulsel masih pada kisaran 3,50 persen dibawah, daerah kita masih termasuk dalam zona aman pada laju inflasi," ucapnya.

Menurutnya laju Inflasi di Sulsel pada tahun 2018 lalu, terutama disebabkan oleh kenaikan Volate food sebagai kontributor laju inflasi terbesar seperti Beras daging ayam, ikan cakalang, bawang merah, dan ikan bandeng

Sementara itu Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) kota Makassar Hj.Naisyah Tun Asikin mengemukakan pemerintah kota Makassar dalam mengantisipasi ketersedian pangan telah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi untuk bekerja bersama dengan daerah penyangga yang berdekatan dengan kota Makassar.

Selain bekerja sama dengan daerah penyangga pemerintah kota merencanakan pula untuk  mengoperasionalkan sepuluh unit mobil smart inflation control untuk membantu menekan inflasi harga pada beberapa komuditas tertentu

"Layanan mobil ini nantinya menghubungkan antara daerah penyangga dengan kota Makassar sesuai kesepakatan dan kebijakan pemerintah propinsi guna membantu menekan laju inflasi komoditas tertentu,' jelasnya.

"Pengoptimalan peran satgas pangan dan Perusda khususnya PD Pasar tentunya sangat membantu untuk mengontrol kenaikan harga harga komoditas pangan di pasar tertentu," tambahnya.

Naisyah juga mengapresiasi Bank Indonesia yang telah bekerja sama dengan pemerintah kota Makassar sehingga berhasil meraih TPID Award tahun 2018. Begitu pula dengan  kerjasama dalam program lorong inflasi.

"Ada tujuh lorong inflasi yang sudah terbentuk di Makassar,  ini berkat kerjasama antara Bank Indonesia dan Pemkot Makassar guna menekan laju inflasi dan menambah pendapatan ekonomi  masyarakat,' pungkasnya. (*)