Misteri Konspirasi Pembelian Tanah oleh Setnov di Desa Lermatan Lokasi Kilang Gas Blok Masela

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki — Ratusan hektar lahan masyarakat adat Desa Lermatan diduga telah dibeli oleh Setnov. Lahan tersebut digadang – gadang akan menjadi lokasi kilang gas abadi blok masela nantinya di Pulau Tanimbar.

Amien Sunaryadi, mantan Ketua Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), lewat pernyataannya beberapa waktu lalu di salah satu media online, menyatakan bahwa SKK Migas telah berkoordinasi dengan kementrian ESDM, kementrian Agraria dan Tata Ruang, Gubernur dan Bupati agar menjaga lahan untuk fasilitas produksi Kilang Blok Masela, tetapi belakangan diketahui lahan tersebut milik Setnov.

Baca Juga

Terkait proses pembelian lahan di wilayah Desa Lermatan itu dibenarkan oleh Jantje Rangkoly, selaku kepala Desa Lermatan. “Benar, sudah ada orang yang membeli tanah dengan harga Rp.10.000 per meter dari masyarakat desa, dan itu banyak sekali, namun pak bupati sudah melarang itu,” jelasnya kepada wartawan SimpulRakyat.co.id, Sabtu (8/10).

Lanjutnya, lokasi yang sudah dibeli itu terletak kurang lebih 200 meter bagian barat dari titik lokasi dermaga (lokasi kawasan rumput laut) di desa Lermatan, dan wilayah tersebut sudah pernah dilakukan survei oleh Inpex Masela Ltd.

Sejak April 2018 lalu, Inpex Masela Ltd, telah melakukan Kajian desain awal atau pre – Front End Engineering Design (pre – FEED) di pulau Tanimbar dan wilayah yang di pre – FEED adalah wilayah Desa Olilit, Desa Lauran dan Desa Lermatan. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Pemuda Desa Lermatan. “Waktu itu Inpex sudah melakukan survei di wilayah Desa Lermatan dan saya termasuk yang ditunjuk dari desa untuk bersama – sama dengan mereka,” paparnya.

Pertanyaannya adalah:

  1. Apakah penetapan PoD nanti wilayah Desa Lermatan pilihannya?
  2. Jika iya, bagaimana dengan lahan yang sudah dibeli itu?
  3. Apakah pembelian tanah oleh Setnov di wilayah Desa Lermatan adalah bagian dari Money Laundry?
  4. Apa tujuan pembelian lahan oleh Setnov di Desa Lermatang – Saumlaki yang berjarak ribuan kilometer dari Lapas Sukamiskin – Bandung?
  5. Apakah ini adalah konspirasi oknum – oknum elit berbagi bisnis di Blok Masela?

 

Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Penelitian Aset Negara Kabupaten Maluku Tenggara Barat (DPC LAI – BPAN MTB) berharap agar Lembaga – Lembaga terkait segera mengusut dugaan konspirasi ini agar menjadi terang benderang. Dan semoga misteri ini segera terungkap agar tidak menjadi perdebatan di kalangan masyarakat pada umumnya.

Reporter: Marcel Kalkoy

Berita Menarik Lainnya