Kapolsek Selaru Berlaga Preman, Wartawan MTB Buat Press Release kepada Kapolri dan Kompolnas

Kapolsek Selaru Berlaga Preman, Wartawan MTB Buat Press Release kepada Kapolri dan Kompolnas

Simpul Rakyat
Jumat, 02 November 2018


SimpulRakyat.co.id -- Saumlaki, 2 November 2018. Fungsi Kepolisian adalah satu fungsi Pemerintahan negara di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayom dan pelayan kepada masyarakat.

Namun pada kenyataannya di lapangkan, hal itu dianggap hanya sebagai "pemerah bibir" saja, tidak mempunyai kekuatan apapun, bahkan TERINDIKASI diremehkan oleh sebagian oknum polisi itu sendiri.

Ketika Anggota Kompolnas berkunjung kerja ke wilayah perbatasan di Polres Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) Provinsi Maluku dalam rangka monitoring, sosialisasi dan tatap muka bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat di desa Adaut Kecamatan Selaru. Dengan membawa misi menjelaskan tugas dan fungsi dari Kompolnas Republik Indonesia yang perlu diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tetapi, dalam kunjungan ini banyak temuan persoalan yang dilakukan oknum anggota polisi di kabupaten ini, khususnya di Polsek Kecamatan Selaru yang merupakan Polsek Perbatasan. Dimana temuan ini ingin disampaikan insan Pers Maluku Tenggara Barat, tetapi tidak diberi ruang oleh anggota Kompolnas, akhirnya persoalan pun terjadi.

Kronologis

"Tunggu Beta di situ, Beta pukul dan injak ose pung dalam muka,"

Kronologis persoalan, ketika sosialisasi sementara berjalan di balai desa, awak media mendapat temuan dari aduan masyarakat desa Adaut, yaitu persoalan yang dikeluhkan warga desa tetang hak asuh anak, dalam persoalan dimaksud penyelesaian melibatkan anggota Polsek Adaut yang kami (wartawan MTB ) temukan dari keluhan masyarakat, diduga terjadi pemerasan.

Keluarga yang punya anak itu menyerahkan ke saudaranya untuk dipelihara tanpa ada ikatan aturan kesepakatan dari pihak keluarga, kemudian setelah mereka akan mengambil anak mereka, namun  pihak dari saudaranya meminta harus membayar uang sebesar Rp.18.000.000.

"Ketika kami beberapa wartawan dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Maluku Tenggara Barat mencoba untuk konfirmasi secara baik persoalan ini kepada Kapolsek Selaru, Aipda Jopi Oraplean melalui sambungan seluler, kami disambut dengan tidak sopan, yaitu marah dan membentak bentak kami, bahkan mengancam katanya."Tunggu Beta di situ, Beta pukul dan injak ose pung dalam muka," kata IS kepada media SimpulRakyat.co.id.

Sangat disayangkan baru seumur jagung anggota kompolnas beranjak dari kabupaten ini persoalan pun terjadi. Inikah yang dinamakan polisi mitra dengan Pers seperti yang diamanatkan Pak Kapolri Tito Karnavian?

Hal ini juga terkesan tidak menghargai misi dari anggota kompolnas RI karena sia - sia arahan yang diberikan kepada anggota Polri di daerah ini.

Bukan hanya itu, ada lagi sejumlah persoalan yang dilakukan oknum polisi terkait konferensi pers yang dilakukan orang tua anak dibawah umur yang diduga dianiaya ketika diperiksa terkait kasus perkelahian pelajar oleh oknum anggota polres MTB juga sebagai KBO Serse.
(Rabu 1/11/2018) lalu.

Awak media menyesalkan tindakan tersebut, karena pada saat itu Insan Pers meminta kesediaan anggota kompolnas, Sekertaris Kompolnas Irjen Pol Purnawirawan Drs. Berto Suprapto,MSi, untuk diwawancarai, tetapi tidak diberi kesempatan, bukan berarti mau mendiskreditkan atau mencari masalah tetapi meminta tanggapan dari pihak anggota Kompolnas RI.

Apakah kondisi ini dibiarkan begitu saja? 

Kasihan masyarakat kecil yang tidak bisa berbuat apa - apa, sementara tempat perlindungan yang sudah menjadi tempat yang menakutkan, lalu partanyaannya kemana lagi mereka mau mengadu dan membawa persoalan mereka?. Masyarakat ini juga adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seluruh warga meminta ketegasan dari pihak Polri dan jajarannya serta lembaga yang terkait untuk menindak lanjuti persoalan persoalan dimaksud, jika tidak masyarakat akan terjajah terus entah sampai kapan. (Kepala Divisi Media dan Komunikasi, wartawan DPC Lembaga Aliansi Indonesia Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Imanuel Anthoni Solarbesain dan Kawan Kawan Pers MTB. (IS)