Kantor Desa Harapan Disegel, Ini Tuntutan Warga

Kantor Desa Harapan Disegel, Ini Tuntutan Warga

Simpul Rakyat
Rabu, 26 September 2018

Warga menyegel kantor desa Harapan kecamatan Tanete Riaja, Barru. (Foto: M Arif Alif/SimpulRakyat.co.id)

SimpulRakyat.co.id -- Ratusan warga desa Harapan kecamatan Tanete Riaja kabupaten Barru melakukan aksi damai di depan kantor desa harapan dengan menyuarakan beberapa tuntutan untuk kepala Desa Harapan. Rabu (26/9/2018).



Adapun yang menjadi tuntutan warga antara lain:
  1. Menuntut untuk segera melakukan pelantikan kepala dusun berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh camat Tanete Riaja sebagaimana peraturan daerah (Perda) tentang Perangkat Desa.
  2. Menuntut untuk memberikan kejelasan atau transparansi dalam semua kegiatan yang berlangsung dalam lingkup desa Harapan.
  3. Menuntut untuk mengeluarkan kebijakan Pro Rakyat dan menyeluruh.
  4. Menuntut agar kepala desa tidak semena-mena dalam mengambil kebijakan atau keputusan.
  5. Menuntut kepala desa harapan Lukman Hasi, SE untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Harapan.


Demonstrasi yang dilakukan di depan kantor desa harapan dengan membawa atribut aksi, warga yg hadir mewakili dari 6 dusun yang ada di Desa Harapan, nampak yang melakukan orasi menyuarakan aspirasi masyarakat, penanggung jawab Sukirman, Koordinator lapangan (Korlap) Rosman Pandi dan ketua Himpunan pemuda pelajar masyarakat desa harapan (HIPPMAH) Edi, S.Psi. Aksi damai diwarnai dengan pembakaran ban dan diakhiri penyegelan kantor desa Harapan.



Sukirman (24), penanggung jawab Aksi damai mengatakan, sebenarnya kami tidak ada keinginan untuk menyegel kantor desa, tujuan kami sebenarnya hanya menyuarakan aspirasi masyarakat yg merasa terzolimi dengan kelakuan kepala desa dan tidak menanggapi baik apa yang menjadi keinginan masyarakatnya.



"Kami bersepakat untuk menyegel kantor desa karena suara kami tidak didengar dan tidak ditanggapi oleh kepala desa, bahkan kepala desa lebih mementingkan urusan pribadinya ketimbang melayani dan menemui masyarakatnya, kami selaku masyarakat desa harapan melakukan aksi damai melalui prosedur yang ada namun tetap tidak mendapat tanggapan positif, jadi kami memutuskan memberi waktu 2x24 jam kepada Kades Harapan untuk bersedia mendengar suara kami, dan selama tidak ada niat baik maka kantor desa akan tetap tersegel." tegas Sukir.

BACA: Kantor Desa Disegel Warga, Kapolsek Tanete Riaja Turun Tangan


Penulis : M. Arif Alif
Editor: Annisa