Harga Los Terus Membengkak, Pedagang Pasar Sentral Makassar Kembali Dirikan Lapak Dagangan

Advertisement

Harga Los Terus Membengkak, Pedagang Pasar Sentral Makassar Kembali Dirikan Lapak Dagangan

Simpul Rakyat
Sabtu, 08 September 2018

Lapak dagangan sementara (darurat) yang dibangun oleh para pedagang Pasar Sentral Makassar korban relokasi (penggusuran). Jumat (7/9/2018). (Foto: A Askar/SimpulRakyat.co.id)

SimpulRakyat.co.id -- Ratusan pedagang pasar sentral yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Makassar Mall lebih memilih berdagang di luar dari pada masuk ke bangunan baru New Makassar Mall yang disediakan oleh Pemkot Makassar, Jum'at (7/9/2018).

Pasalnya, pasca pembongkaran pada tanggal 3-5 September itu membuat para pedagang mengalami kerugian cukup besar, bahkan beberapa di antara mereka mengalami shock dan sakit, hingga dirawat di rumah sakit akibat memikirkan dampak relokasi (penggusuran) serta utang barang dagangan dan kredit mereka di bank yang belum lunas setelah kebakaran 2011 silam.



Salah seorang pedagang, Sukma dan Ibu Masni mengatakan, kalau hari ini harga los di pasar sentral terus mengalami kenaikan, sehingga mereka tidak sanggup untuk menyewa atau pun membeli lokasi dagangan tersebut.

"Bagaimana caranya itu MELATI, pak. Masa kemarin yang ukuran 2x2 harganya cuman 200/300 jt lebih perlos, sekarang malah jadi 400 juta lebih perlos, ini kan pembunuhan namanya," pungkas Sukma dan ibu Masni.

Dari pantauan wartawan SimpulRakyat.co.id, terlihat beberapa aktivitas pedagang yang mulai mendirikan tenda-tenda besi berukuran 2x2 dan 2x3 di lokasi eks ruko, sembari membersihkan sampah yang ada di sekitar gedung agar bisa dipakai untuk berjualan sementara.

"Kami tidak menolak untuk direlokasi naik ke gedung baru, pak. Namun kalau harganya begitu (mahal-red), bagaimana caranya kami bisa berdagang, karena yang saya jual tidak sebanding dengan pedagang yang sudah berjualan di atas, bahkan sebagian dari mereka sudah bayar cash (kontan), terus yang jualan pakaian dalam dan asesoris kira-kira mereka mampu..!???  MELATI tidak memikirakan nasib dan jualan para pedagang, pak," ucap Ibu Amir

Sementara Humas PT MTIR, Imrhan enggan memberikan tanggapannya ke wartawan SimpulRakyat.co.id saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan kenaikan harga los di New Makassar Mall dan masalah harga yang di keluhkan para pedagang sampai sekarang. (A Askar)